Aku, kau dan genangan air itu.

Genangan air dijalanan itu abadi, airnya merembes dari bukit, melewati sisa-sisa rumput yang kering di musim kemarau, kemudian bermuara pada kenangan. Setiap orang di kampus hijau menaruh ceritanya disitu, termasuk kita. Kita? Ya! kau dan aku. 2 orang yang berbeda. Aku pembicara, kau pendengarnya. Aku pemakan banyak sedang kau kubantu menghabiskan makanan sisamu. Aku fals, tapi selalu bangga bisa mendengar suara emasmu. Aku dan kau, kita beda, tapi saling melengkapi. Setidaknya itu adalah argumenku tentang kita. Kau bagaimana?

 

Genangan air itu menjengkelkan, motorku baru saja kubersihkan dengan sisa-sisa shampo tadi pagi. Tapi menemanimu adalah prioritas dari segalanya, satu dua gim kulewatkan, rasa capai ini kuminggirkan, supaya diri ini bisa menjemput dan membagi kebahagiaan. Menghabiskan waktu dengan senyum manismu, Seketika genangan air tak ada apa-apanya.

Genangan air itu referensiku menjalin hubungan denganmu, abadi, tak peduli musim kemarau atau hujan, ia selalu ada. Tak peduli kau susah mencari waktu atau diriku yang sibuk, hati kita selalu bersama. Aku tak ingin kau hari ini menjadi kau yang beda besok. Kau yang hari ini berbagi kasih denganku, besok berbagi kasih dengan yang lain. Kau yang hari ini menyemangatiku dengan simpul senyummu, menyemangati orang lain dengan cara yang sama, kau yang hari ini leluasa kuucapakan selamat pagi dan selamat tidur besok tak bisa lagi karena ada yang melarang. Aku takutttt sekali itu terjadi.Aku tak akan membiarkan itu terjadi.

Genangan air itu adalah bentuk adaptasi. Air mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah, demikian hukum fisika berlaku. Aku ingin kita seperti genangan air itu, sama-sama beradaptasi. Menjadi lebih baik, saling menyemangati, saling mengasihi, dan saling-saling lain yang tak sempat kuucapkan satu persatu.

Setiap orang punya ceritanya masing-masing bukan? Biarkan aku menceritakan tentang dia, seseorang yang selalu disampingku dalam suka dan duka.

Ingin kupastikan keberadaan kita seperti genangan air itu. Nyata. Bukan fatamorgana. Tapi jika bagimu keberadaan kita seperti sisi lain genangan air itu, menggangu, mengotori, bikin emosi. Maka katakanlah. Aku serius! Main-main bagiku hanya pada saat bermain mobile legend mode brawl Vs Ai. Teruntuk kamu yang selalu ada. Terimakasih­čÖĆ­čĆ╗

Makassar, 16 September 2018

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s